Tuesday, October 21, 2008

jangan jadi lilin, tapi jadilah pelita

assalamualaikum,


tadi surf sebentar internet, lalu menjumpai satu artikel menarik, mengenai satu "legenda" peribahasa, "guru ibarat lilin, membakar diri untuk memberi cahaya kepada orang lain", betul kan? pernah ke dengar?

tapi yang menarik, dalam artikel itu, dinyatakan, janganlah menjadi seperti lilin, membakar diri sehingga habis untuk menerangi orang lain, dan akhirnya, memakan diri. akan tetapi, jadilah seperti pelita, juga membakar diri, dengan minyak yang ada, tapi tidak memakan diri. menerangi orang lain, dengan membakar minyak, yang boleh diumpamakan sebagai ilmu yang dicurahkan kepada anak muridnya...

----

off topic, sebenarnya, jelous dengan arwah ayah, sebab dia adalah seorang pensyarah = guru yang mengajar, entah berapa ramai student, yang bukan setakat mengajar, tapi mendidik pelajarnya. dan ilmu itu, digunakan sejak tahun 1983 = aku baru berumur setahun. sampai sekarang, means = dah 25 tahun ilmu dia telah diajar, dan diaplikasikan dalam kehidupan. dan ilmu itu, terus diajar, dikembangkan lagi...

alangkah indahnya, sebab ilmu yang bermanafaat antara perkara yang dapat menyelamatkan diri ketika di alam barzakh nanti...selain doa anak yang soleh, dan amal kebajikan yang dilakukan...

2 comments:

wanie said...

tuh la, memnag untung sebenarnya jd pendidik. dlm masa yang sama dia blh mendidik pelajarnya dgn ilmu agama... =)

(mmm... untung abg gak pas nih... blh jd mcm ayah... bukan family jer... tapi masyarakat)

zakri said...

hehe...itu antara sebab nak jadi pensyarah...sebab tengok macamana ayah komited...

bukan nak ajar sahaja, tapi nak didik yang susah tu...