Wednesday, February 06, 2008

C'mon lah!

Assalamualaikum,




ni video clip daripada kumpulan KRU, not the style or what ever yang nak ditonjolkan, but cuba tengok lirik yang cuba disampaikan..

come on lah, we malaysian what, so, be a part of malaysian....if you feel you're malaysian...errr...this one is for malaysian yang tak berapa nak sedar diri, tak sedar diri dan yang dah lupa diri...

hahaha....

"Hey Brutha, hey sista...
to many wannabe,
in our hip hop community,
talking crap bout the ghetto,
g thang and rivalry,
talk the way you normally talk lah,
you're from KL,
not an american rap star"


not only the hip hop community, but the nasyid comunity also need to refresh this...nasyid not like "our" slang anymore....

anyway, tepuk dada tanya iman...

Friday, February 01, 2008

KiSaH KaSiH - satu surat lamaran

Assalamualaikum,

para sahabat, kita cuma "manusia biasa"....

====================================

Email ini dipetik drpd seorang sahabat, dan saya forwardkan utk
manfaat kpd diri saya dan semua.

Semoga bermanfaat.. .... baik utk yang melamar ataupun yg
dilamar,ataupun bagi yang sudah berumah tangga......

Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang
mengemudi bahtera rumah tangga.. Mengapa?
Kerana Dia Manusia Biasa ......

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan
pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu?
Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawaban kerana Allah
hinggalah jawaban duniawi.

Tapi ada satu jawaban yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat
ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban dari salah
seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya
sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat
keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam
waktu sebulan saja.

Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti
ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal
yang pasti, dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih
suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati.

Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius.
Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya
menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh
pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat
menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan
dikepala saya. Sebenarnya.. ..!!!

Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada
apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh
memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk
ketika itu (benar-benar sibuk). Saya tidak dapat membantunya
mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya
untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya
telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya.
That's all......Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu
saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Pukul 11 malam sehari
sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya- berdua. Hiruk
pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada
awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal.

Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin
saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya.
Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.

"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Saya
faham keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan
lampu yang samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.
Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual
banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah
keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang
menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah
pertanyaan yang selama ini saya pendamkan.

"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari
baringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci
meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran
kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelop
kepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang
dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Saya
melihatnya tanpa mengerti. Eeh..., dia malah ketawa geli hati.

"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4,
saya melihat warnanya putih. Hehehehehehe. .......

"Teruknya dia ni." Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan
senyum. Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula
membacanya.Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas.
Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini
isi surat itu.........

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ******

Kepada Yth .........

Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya
dan calon kakak buat adik-adik saya

Assalamu'alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat
ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi
saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ............ ... menginginkan anda
............ ... untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa.
Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan.

Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja.
Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi
keperluan isteri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah
kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap
berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak
kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk
menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya
hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja.

Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk
dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah
kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu
suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga
menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya
memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya
semakin mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya
tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin
menjadi lebih baik dari sekarang ini.

Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban pada
saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah
redho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu'alaikum Wr Wb

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ******

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali
ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah.

Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan
kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa.

Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum
tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia......?"

"Kerana dia manusia biasa....... " Dia menjawab mantap.

"Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang
mengatur hidupnya.Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia
tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan
terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu
memberikan kesenangan tersendiri buat aku."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih
ada. BetuI tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust
kalau suatu masa nanti kami jadi miskin.

"Ssttt...... ." Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami
belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering
terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak
sambil menutup mulut masing-masing.

"Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama." Kami
kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami
tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik.....?"

"Tidur...... Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya
ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk
saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.

Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika
manusia sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yang
mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan.
Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak
ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.

Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi
sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan
mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Status diri yang selama ini
melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan.

Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan
yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan
untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat
senarionya.

Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah
yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu
menyegerakan sebuah pernikahan.

Kita hanya boleh memohon keredhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan
barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga
ketenangan dan kemantapan untuk menikah.

Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu
proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam
pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu 'alam

Tuesday, January 15, 2008

Luahan Hati Adam Kepada Hawa

Assalamualaikum,

pagi ni, buka email, ada satu lagi email yang menarik perhatian, satu luahan hati, dari seorang adam (lelaki) kepada hawa (perempuan), satu luahan yang sangat bermakna rasanya....

--------------------------

Kami sulit menahan pandangan mata kami ketika melihat kalian, apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH kecantikan dan
postur yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, kerana itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.

Kami juga sulit menahan pendengaran kami ketika berbicara dengan kalian, apalagi jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara yang merdu dengan irama yang mendayu, kerana itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya.

Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati kalian, ketika kalian dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian, kerana itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian.

Kami tahu kami paling lemah bila harus berhadapan dengan kalian, Kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh hanya dengan senyum kalian, Hati kami akan bergetar ketika mendengar kalian menangis, Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian, maka jagalah jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan.

Maha Besar ALLAH yang tahu akan kelemahan hati kami, hanya dengan ikatan yang suci dan yang diredhai-Nya kalian
akan halal bagi kami.

"Lalu apa yang telah aku lakukan selama ini... Ya Rabb... tolong ampuni aku...untuk setiap pandangan yang tak terjaga, lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab... Ya Rabb... Engkau mengawasi kami tiap detik, kerana kasih sayangMu kepada kami engkau perintahkan malaikat silih berganti menemani kami siang dan malam... "

---------------------

Moga ALLAH ampunkan kita semua, dan semoga, hati2 ini tidak lalai oleh pandangan yang tak terjaga, lisan yang merayu dan hati yang tidak terhijab....amin....

Monday, January 14, 2008

Perasaan Hati?

Assalamualaikum,

dalam hati, ada macam2 perasaan yang sentiasa berubah, kadang2, kita merasa sangat2 gembira, sampai tak terkata, kadang2, terasa sedih, juga sampai tak terkata...sebab terlalu sedih, kadang2, kita merasa sangat marah, juga sampai tak terkata, banyak perkara yang buat kita tak terkata, kan?

apapun, ianya bergantung kepada diri sendiri, samada ianya akan menyebabkan mood kita tidak baik atau baik berterusan...

minggu lepas, dapat satu email dari seorang kawan, kisah pemandu teksi yang baik hati, yang mengungkapkan peraturan trak sampah, atau lebih mudah, lori sampah:

daripada David J.Pollay
berapa kerap kita membiarkan perbuatan orang lain, mengubah mood kita? adakah kita membiarkan pemandu yang teruk, pelayan yang tak ramah, boss yang pemarah, atau apa juga, menukar dan merosakkan hari kita?

ianya berlaku di New York, 16 tahun lepas, teksi kami lalu mengikut line paling kiri (pemandu kat new york sebelah kiri), tiba2, sebuah kereta hitam keluar secara mengejut, dan pemandu teksi itu pun menekan brek, dan hampir melanggar kereta hitam itu dengan jarak hanya seinci...

pemandu kereta hitam itu menggelengkan kepala, dan mengeluarkan kata2 kesat kepada kami,

akan tetapi, pemandu teksi itu hanya tersenyum, dan melambaikan tangan kepada pemandu kereta hitam tersebut, dengan gaya yang sangat . saya pun bertanya: "kenapa kamu buat begitu? sedangkan lelaki tadi hampir menyebabkan kemalangan, dan menyebabkan kita terlantar di hospital?"

dan di sinilah saya dapatkan peraturan lori sampah...

ramai orang, sama seperti lori sampah, mereka kemana-mana pun, penuh dengan sampah, penuh dengan tekanan, kemarahan, dan kekeceweaan. dengan pengumpulan "sampah" yang banyak ini, mereka perlukan tempat untuk membuang semua sampah itu. dan jika kita biarkan mereka, mereka akan membuang semua sampah itu kepada kita, dan kita pula yang mengumpul sampah tersebut...

oleh itu, kita seseorang ingin membuang sampahnya pada kita, jangan biarkan sahaja...

kamu cuma senyum, lambaikan tangan, ucapkan selamat pada mereka, dan teruskan hidup. kamu akan suka dengan apa yang kamu dah buatkan....

So this was it: The 'Law of the Garbage Truck.' I started thinking, how
often do I let Garbage Trucks run right over me? And how often do I take
their garbage and spread it to other people: at work, at home, on the
streets? It was that day I said, 'I'm not going to do it anymore.' I began
to see garbage trucks. I see the load they're carrying. I see them coming
to drop it off. And like my Taxi Driver, I don't make it a personal thing;
I just smile, wave, wish them well, and I move on.

rasanya, sebagai manusia biasa, lebih2 lagi sebagai insan dakwah, yang sentiasa bergelumang dengan pelbagai macam ragam manusia, perkara ini perlu ditekankan, dan sentiasa dihayati...ini cuma kelainan penyampaian daripada seseorang, yang asalnya, telahpun diajarkan oleh Ar-Rasul s.a.w kepada kita...kan? berlapang dada, dan terima seseorang seadanya, insyaALLAH, semuanya akan dalam aman makmur dan tenteram...

k, wassalam...
-------------------------
artikel asal:

Beware of Garbage Trucks
by David J. Pollay (don't know him and don't know if he is an author)

How often do you let other people's nonsense change your mood? Do you let a
bad driver, rude waiter, curt boss, or an insensitive employee ruin your
day? Unless you're the Terminator, for an instant you're probably set back
on your heels. However, the mark of a successful person is how quickly
he/she can get back her focus on what's important.

Sixteen years ago I learned this lesson. I learned it in the back of a New
York City taxi cab. Here's what happened.

I hopped in a taxi, and we took off for Grand Central Station. We were
driving in the right lane when, all of a sudden, a black car jumped out of
a parking space right in front of us. My taxi driver slammed on his breaks,
skidded, and missed the other car's back end by just inches!

The driver of the other car, the guy who almost caused a big accident,
whipped his head around and he started yelling bad words at us.

My taxi driver just smiled and waved at the guy. And I mean, he was
friendly. So, I said, 'Why did you just do that? This guy almost ruined
your car and sent us to the hospital!'

And this is when my taxi driver told me what I now call, 'The Law of the
Garbage Truck.'

Many people are like garbage trucks. They run around full of garbage, full
of frustration, full of anger, and full of disappointment. As their garbage
piles up, they need a place to dump it. And if you let them, they'll dump
it on you.
When someone wants to dump on you, don't take it personally.

You just smile, wave, wish them well, and move on. You'll be happy you did.

So this was it: The 'Law of the Garbage Truck.' I started thinking, how
often do I let Garbage Trucks run right over me? And how often do I take
their garbage and spread it to other people: at work, at home, on the
streets? It was that day I said, 'I'm not going to do it anymore.' I began
to see garbage trucks. I see the load they're carrying. I see them coming
to drop it off. And like my Taxi Driver, I don't make it a personal thing;
I just smile, wave, wish them well, and I move on.

One of my favorite football players of all time, Walter Payton, did this
every day on the football field. He would jump up as quickly as he hit the
ground after being tackled. He never dwelled on a hit. Payton was ready to
make the next play his best.

Good leaders know they have to be ready for their next meeting. Good
parents know that they have to welcome their children home from school with
hugs and kisses. Teachers and parents know that they have to be fully
present, and at their best for the people they care about.

The bottom line is that successful people do not let Garbage Trucks take
over their day. What about you? What would happen in your life, starting
today, if you let more garbage trucks pass you by?

Here's my bet.
You'll be happier.

So.. Love the people who treat you right. Forget about the ones who don't.
Believe that everything happens for a reason. If you get a chance, TAKE IT!
If it changes your life, LET IT! Nobody said it would be easy... They just
promised it would be worth it!

Happy New Year to you!

Wednesday, December 26, 2007

"MAKCIK" PC


Assalamualaikum,

this is "makcik" pc, that is malaysian product to help the outsider-it to start learning computer and all about it. and with prices only rm500++, its should be one of the most effective pc for makcik2 and pakcik2 to start learning about it, and to make sure, it can be usefull to them...

anyhow, as the MIMOS launch it, i've try searching in the internet because i think i want to buy it for my mom, because with this tablet pc, at least she can see the picture i'm taking everytime our family has gathering and so on...but sadly, none of the information come straight from mimos, only some of the blogger seem want to try it..but very dissappointing...

okeh, the technology didn't come with technology when it come to business....lalala...i think i can do it as a business....lalalala

Wedding Umayr



Assalamualaikum,

so, this is an album of umayr wedding...anyway, more pic on my fotopages...

right...

anyway, before this, we've (mostly malaysian's) being thought that when children solat between adult in one soff, the soff will "putus", because children is not "suci" enough to solat with adult...but in the newest majalah i, the author write about this thing, about how the children will not play, and more khusyu' in their solat if they solat with their parent or siblings...

so, no more budak kecik kat belakang only, because, its better if the child solat in one soff as his/her parent...

lalalala

Monday, December 24, 2007

Old Timer

Assalamualaikum

ni gambar 4 orang kawan lama, yang entah tak ingat bila berkumpul sekali....kali ni tak sangka dapat kumpul empat orang...actually, 5 orang, taufiq tengah amik makanan lak time ni...leceh je...

anyway, ukhuwwah tetap terjalin walau lama tak jumpa...

Aku, dulu

 Aku dulu, megah dan riak megahnya ilmu kononnya banyak riak dengan amalan, yang terasa begitu banyak Aku dulu, meremeh, meleceh meremeh ilm...